Walau Mimpi Aku Bahagia


Hari ini aku kembali bermimpi tentang dirimu. Rasanya engkau di pangkuanku. Oh apakah ini yang disebut kebahagian ? Seolah hanya hawa sejuk yang mengaliri urat-uratku. Tentram tak terhingga.
Di mimpiku engkau tersenyum di depan ku. Dekat sekali. Sangat dekat. Aku dapat merasakan hembusan nafas itu. Bahkan aku dapat melihat wajahku di matamu.
Entah apa yang harus aku perbuat untuk menampakkan bahagiaku. Sungguh tak terkira gembiraku menatapmu begitu dekat. Saaangaaat dekat.
Namun entah apa sebabnya, engkau perlahan pudar seperti debu.
Terus tersamar makin tersamar dan akhirnya hilang bersama angin.
Aku terbangun, aku menangis, dan aku bahagia :')
@ilhamabdii

Bunga Larangan


Teruntuk kau yang tak ingin kusebut namamu. Aku ingin mengatakan bahwa Aku mencintaimu dengan sangat.
Sungguh rasa itu tumbuh begitu saja dalam hatiku.
Tak dapat aku utarakan disini betapa besarnya rasa yang tengah kutanggung itu.
Sungguhpun mataku boleh berpaling, namun hatiku tidak. Sekalipun aku berpura tak acuh hanya semata tak ingin membuatmu menyadari keberadaanku, lalu mengetahui gerak gerikku.
Aneh memang tingkahku itu. Tapi sengaja aku begitu.
Kau indah, kuakui itu
kau anggun, hatiku yang bilang begitu,
Kau tiada mungkin ku sentuh,
Dan Kan terluka hatinya bila kau ku ingini
Kau bunga larangan ku.

Andai Bisa Memilih



Aku ingin jatuh cinta pada dia yang juga mencintaiku.
Tak seperti saat ini. Dimana hatiku selalu salah dalam memilih sosok untuk dicintainya. Tau kah kau betapa tidak enak memiliki hati yang sepertiku ?
Dia selalu membuatku jatuh kelubang yang sama. Terpuruk dalam cinta yang tiada berbalas. Andai aku bisa memilih, aku tak kan jatuh cinta pada sosok mereka yang pada akhirnya hanya dapat sebatas ku kagumi lalu sakit hati.
Andai aku di beri pilihan, biarlah aku hanya jatuh cinta pada sosok sederhana yang juga mencintaiku sepenuh hatinya. Tapi apa yang bisa kubuat saat semua yang kuharap hanyalah angan-angan hampa ? Aku hanya bisa mengutuk diriku sendiri yang selalu gagal dalam memperjuangkan mereka yang telah membuatku mati rasa.

@ilhamabdii  

Gue rindu langit yang biru


Udah beberapa pekan ini langit tempat gue bernaung selalu abu-abu. Se abu-abu nasib asmara gue belakangan ini.  Sejauh mata memandang yang terlihat hanya uap yang menguap di siang hari. Lah padahal daerah gue bukan daerah pegunungan loh ?  berarti udah jelas itu bukan uap, melainkan adalah asap.
ya, intinya udah beberapa pekan gue ga nemuin cuaca cerah, sama halnya dengan percintaan gue yang belum nemuin titik cerah. Setiap pagi yang terlihat hanya kabut asap yanh mengepul di permukaan bumi bahkan sampai menguap menuju langit.  Siang dan sore hari pun tak ada ubahnya. Masih berselimut asap dimana-mana. Alhasil tak ada lagi mega yang merona di garis pantai, tak ada sunset yang memancar di ufuk barat. Selain tidak menyenangkan bagi warga yang bermukim di kawasan tempat tinggal gue sumatera barat, kabut asap juga udah merenggut kecintaan gue pada photography lanscape. Berkat asap gue jadi berhenti belajar buat menghasilkan foto lanscape yang bagus. Yang ada hanya foto lanscape yang semuanya terkesan ber-abu.
pada malam hari pemandangan yang tercipta akibat kabut asap tak kalah menyeramkan dengan suasana suasana yang ada dalam film horor. Seluas mata memandang, cahaya cahaya seperti membias dan mengembang lalu merambat bersama kabut asap.
Di jalanan pun bila dilihat, lampu-lampu mobil yang berjalan dari kejauhan terkesan jadi menakutkan. Seperti kendaraan drakula yang siap keluar dari kabut dan mendekat menuju mangsa. Hihihi,. Eh emang drakula punya kendaraan ? Punya aja lah ya,,, gue ga pernah neliti itu soalnya.
Setiap hari semenjak asap menyelimuti daerah gue, mobil2 penyuluhan kerap kali melintas dengan ciri khasnya pake mikropon " karna makin meningkatnya kabut asap di daerah kita khususnya kota pariaman, kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mengenakan masker saat keluar dari rumah. kepada yang masih jomblo pun jangan terlalu sering keluyuran dan keluar rumah, kami takut anda makin memperparah kabut asap dengan memenuhi jalan raya :v "

Gue rindu langit yang cerah guys, gue rindu udara yang bersih, dan gue rindu dengan kota gue yang jauh dari kabut asap.
Kepada pemerintah gue mohon untuk supaya turun tangan dan mengerahkan sepenuh daya dan upaya meraka untuk meredakan atau paling tidak mengurangi titik api di Riau sana. Kami mohon pak/buk, agar anda sekalian memikirkan cara agar kami dapat terbebas dari kabut asap, agar kami terbebas dari oksigen yang tercemar, dan agar kota kami kembali cerah seperti sedia kala.
untuk apa masker di tebar bila titik api tak kunjung di padamkan ? Untuk apa melindungi tubuh bila bumi dibiarkan tercemar ?

Gue rindu cuaca cerah, gue rindu udara sehat, dan gue rindu  kota yang bebas kabut asap.
sumpah guys, gue benar-benar rindu dengan semua itu, serindu gue sama pujaan hati yang selalu berakhir di zona find target :v

Ketidak Mungkinan Yang Bikin Gue Cinta

Tulisan ini sengaja gue tulis Cuma sekedar pengen ngeluapin apa yang lagi gue rasain aja. Cuma sekedar ngasih tau lu kalau gue sekarang masih disini, di tempat yang sama dengan status yang sama yaitu pengagum setia lu.
Hmm,, lu apa kabarnya sekarang ? gue denger lu lagi bahagia kan sekarang ?
Syukur deh kalau gitu. Ngedengar lu bahagia dan seneng gue jadi ikutan bahagia dan juga seneng, lebih malahan !
Oh iya, gimana kuliah lo ? lancar kan ?
Gue berharap jawabannya lancar. Jangan sampe kayak gue yang berantakan.
Gue inget satu minggu yang lalu kita pernah ketemu di suatu tempat, tapi gue rasa lu ga sadar kalau gue ada disana. Yaudah gapapa, yang penting gue seneng banget bisa ketemu dan ngeliat lu lagi. ya walau pun boleh dibilang itu bukan ketemu, gue anggap itu ketemu.
Lu makin cantik aja sekarang, gue jadi makin suka dan adem kalau memandang. Tapi sayang ya, gue ga pernah punya nyali buat ngakuin itu semua di depan lu.
Et tunggu tunggu !! gue bukannya ga punya nyali, tapi lebih tepat kalau dibilang ga ada kesempatan buat bilang itu semua sama lu. Ya elah, gue lupa kalau gue bukan kriteria lu. Kalau pun gue ada keberanian buat ngungkapin itu semua sama lu, gue tetap ga bakalan punya kesempatan buat bilang itu semua sama lu. Bener ga ?? Ah biarlah rasa ini gue yang rasain sendiri. Mungkin udah jalannya kali ya, hati gue terpaut sama orang yang bahkan ga pernah ngeh setiap kali gue hampir bertabrakan sama dia kalau udah berjalan di koridor yang sama.
Gue cuma bisa berharap sama tuhan, supaya kelak dia memberikan jalan buat gue atau bahkan buat lo agar kita bisa ketemu, dan bisa bicara panjang lebar. Sehingga gue bisa ngungkapin apa yang udah gue pendam sama lo selama ini.
Memang sebuah ketidak mungkinan, tapi itu semua selalu gue andai-andaikan. Gue percaya, rasa ini tuhan yang ngasih, tuhan yang nunjukin, dan tuhan juga yang bakalan nentuin kemana muaranya. Bener ga ?
Mungkin Gue Cuma perlu sabar, jalani hidup sewajarnya, dan ga minta yang neko-neko.
Dengan kehidupan dan rutinitas gue yang sekarang gue bahagia kok. Gue yakin dan percaya hidup itu bukan melulu soal asmara, pasangan, asmara atau apa lah itu namanya !

Hahhahaha,, gimana kalian bingung ngebacanya ?
Ya Saaaamaaa...... gue juga bingung.
Ga tau nih, tangan gue bandel banget pake acara ngetik-ngetik kata-kata ga jelas di atas. Entah mana pangkal entah mana ujung nya. Tapi jujur hati gue lega sekarang.


 #EdisiMulaiNulisLagi