Showing posts with label Puisi Galau Saya. Show all posts
Showing posts with label Puisi Galau Saya. Show all posts

Cinta seharus nya tidak mengemis

Aku sudah berhenti sayang, Tidak lagi mengejar ngejar kamu. Tidak perlu menghindar apalagi lari, Tak usah benci apalagi sakit hati. Semua sudah kuikhlaskan dengan lapang hati.
Memang benar adanya, bahwa Cinta adalah perjuangan.
Tapi aku jua harus mengerti bahwa ada sesuatu yg tak butuh diperjuangkan. Bahkan mungkin harus di ikhlaskan adanya.
Sekalipun hatiku sangat teramat begitu menginginimu, aku tidak boleh egois pada inginku dan memaksakan semuanya. Sebab cinta mana yg akan sejati jikalau datang dengan dipaksa paksa dan didapati dari mengemis ngemis iba.

Cinta juga bukan rasa kasihan sayang, yang mana akan datang saat aku meronta-ronta lalu bersujud dikakimu. Menangis-nangis lalu menggores nadi lenganku sendiri.

Cinta bukan begitu.

Kini biarlah aku berlalu membawa pergi semua harapan yg sengaja kupatah-patahi ketimbang harus ku berikan lalu mubazir kepadamu. Aku yakin dan percaya bahwa tuhan akan mengganti segalanya dengan yang terbaik
aku tidak sedih sama sekali,
sebab aku sadar "seberapapun perak disepuh takkan pernah kalahkan emas. barangkali akulah siperak itu"
Setidaknya semuanya kutulis disini.
Sebagai ungkapan hati yg pernah bersedih karna patah hati, juga sebagai bukti bahwa pernah ada seseorang yg menginginimu lalu lebih memilih pergi.
Sebab cinta bukanlah perihal menjadikan diri ini sebagai pengemis yg berharap recehan cinta dari para pengiba yang bersimpati.

Ilham abdi, 13-02-2016

Walau Mimpi Aku Bahagia


Hari ini aku kembali bermimpi tentang dirimu. Rasanya engkau di pangkuanku. Oh apakah ini yang disebut kebahagian ? Seolah hanya hawa sejuk yang mengaliri urat-uratku. Tentram tak terhingga.
Di mimpiku engkau tersenyum di depan ku. Dekat sekali. Sangat dekat. Aku dapat merasakan hembusan nafas itu. Bahkan aku dapat melihat wajahku di matamu.
Entah apa yang harus aku perbuat untuk menampakkan bahagiaku. Sungguh tak terkira gembiraku menatapmu begitu dekat. Saaangaaat dekat.
Namun entah apa sebabnya, engkau perlahan pudar seperti debu.
Terus tersamar makin tersamar dan akhirnya hilang bersama angin.
Aku terbangun, aku menangis, dan aku bahagia :')
@ilhamabdii

Bunga Larangan


Teruntuk kau yang tak ingin kusebut namamu. Aku ingin mengatakan bahwa Aku mencintaimu dengan sangat.
Sungguh rasa itu tumbuh begitu saja dalam hatiku.
Tak dapat aku utarakan disini betapa besarnya rasa yang tengah kutanggung itu.
Sungguhpun mataku boleh berpaling, namun hatiku tidak. Sekalipun aku berpura tak acuh hanya semata tak ingin membuatmu menyadari keberadaanku, lalu mengetahui gerak gerikku.
Aneh memang tingkahku itu. Tapi sengaja aku begitu.
Kau indah, kuakui itu
kau anggun, hatiku yang bilang begitu,
Kau tiada mungkin ku sentuh,
Dan Kan terluka hatinya bila kau ku ingini
Kau bunga larangan ku.

Andai Bisa Memilih



Aku ingin jatuh cinta pada dia yang juga mencintaiku.
Tak seperti saat ini. Dimana hatiku selalu salah dalam memilih sosok untuk dicintainya. Tau kah kau betapa tidak enak memiliki hati yang sepertiku ?
Dia selalu membuatku jatuh kelubang yang sama. Terpuruk dalam cinta yang tiada berbalas. Andai aku bisa memilih, aku tak kan jatuh cinta pada sosok mereka yang pada akhirnya hanya dapat sebatas ku kagumi lalu sakit hati.
Andai aku di beri pilihan, biarlah aku hanya jatuh cinta pada sosok sederhana yang juga mencintaiku sepenuh hatinya. Tapi apa yang bisa kubuat saat semua yang kuharap hanyalah angan-angan hampa ? Aku hanya bisa mengutuk diriku sendiri yang selalu gagal dalam memperjuangkan mereka yang telah membuatku mati rasa.

@ilhamabdii