Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Tak Terbalas

Ada sesuatu yang tiada bisa aku ingat
Tentang Sedari bila aku mulai menaruh rasa kepadamu
Ada sesuatu yang tiada bisa aku ingat
Tentang seutuh apa dulu hatiku yang kini sudah hancur karenamu
Ada sesuatu yang tiada bisa aku ingat
Tentang sebesar apa ambisiku untuk dapat berolehmu hari itu
Tapi ada sesuatu yang tidak akan aku lupakan
Tentang bagaimana cinta adalah bukan semata keinginan satu orang, Bukan tepuk yang bersuara hanya dengan sebelah tangan, Juga bukan tentang memaksakan sebuah keinginan
Dan yang akan paling aku ingat
Adalah Tentang sebuah isyarat tak bersuara tapi beraroma penolakan yang pernah kau berikan.
.
Sajak -ilhamabdii , 23 March 2017

Terlalu Pagi

Aku ingin disisimu lebih lama lagi
Bercerita banyak hal yang mungkin takkan pernah habis satu hari
Namun sayang, sayang kau hilang terlalu pagi
Aku ingin bahagia lebih lama lagi
Merasakan banyak hal yang mungkin takkan pernah habis sepanjang hari
Namun sayang, sayang kau hilang terlalu pagi
Aku ingin memelukmu suatu hari
Berpayung dibawah terik berdampingan menatap senja hari
Lagi sayang, sayang kau hilang terlalu pagi

Mungkin ini kesalahanku
Mencintaimu terlalu pagi
Sedang kutahu sebelum aku, dia datang lebih pagi.

Ilham Abdi, March 2017
.
.
Cek My IG : @ilhamabdii

Cinta seharus nya tidak mengemis

Aku sudah berhenti sayang, Tidak lagi mengejar ngejar kamu. Tidak perlu menghindar apalagi lari, Tak usah benci apalagi sakit hati. Semua sudah kuikhlaskan dengan lapang hati.
Memang benar adanya, bahwa Cinta adalah perjuangan.
Tapi aku jua harus mengerti bahwa ada sesuatu yg tak butuh diperjuangkan. Bahkan mungkin harus di ikhlaskan adanya.
Sekalipun hatiku sangat teramat begitu menginginimu, aku tidak boleh egois pada inginku dan memaksakan semuanya. Sebab cinta mana yg akan sejati jikalau datang dengan dipaksa paksa dan didapati dari mengemis ngemis iba.

Cinta juga bukan rasa kasihan sayang, yang mana akan datang saat aku meronta-ronta lalu bersujud dikakimu. Menangis-nangis lalu menggores nadi lenganku sendiri.

Cinta bukan begitu.

Kini biarlah aku berlalu membawa pergi semua harapan yg sengaja kupatah-patahi ketimbang harus ku berikan lalu mubazir kepadamu. Aku yakin dan percaya bahwa tuhan akan mengganti segalanya dengan yang terbaik
aku tidak sedih sama sekali,
sebab aku sadar "seberapapun perak disepuh takkan pernah kalahkan emas. barangkali akulah siperak itu"
Setidaknya semuanya kutulis disini.
Sebagai ungkapan hati yg pernah bersedih karna patah hati, juga sebagai bukti bahwa pernah ada seseorang yg menginginimu lalu lebih memilih pergi.
Sebab cinta bukanlah perihal menjadikan diri ini sebagai pengemis yg berharap recehan cinta dari para pengiba yang bersimpati.

Ilham abdi, 13-02-2016

Suatu Hari kita Akan saling merindukan

Kawan, Lihatlah waktu kian cepat berjalan.
itu artinya tak lama lagi kita akan saling merindukan.
Ingatkah kau kapan saat pertama kita bertemu ?
Rasanya baru kemaren aku mengenalmu dan kau mengenalku.
Keadaan tidak salah kawan.
Hanya saja suatu hari kita akan menyesalkan perpisahan
Dalam renungan kau dan aku akan Mereka-reka ulang awal kita di perjumpakan
Hingga akhirnya kita dipisahkan oleh dinding yg bernama "masa depan".
semua tak bisa dicegah kawan,
Mau tidak mau, rela atau pun tidak, kita jua akan terpisahkan.
Bukan karna putus tali pertemanan kawan.
Tapi lebih kepada perpisahan arah jalan.
Kau akan berjalan sesuai jalanmu, begitupun juga aku.
waktunya kian dekat kawan.
tak lama lagi semua akan mengharuskan kita meninggalkan tempat yang selama ini meng satu atapkan.
"kita menyebutnya kampus".
Kawan, tidak ada yg perlu kita sesalkan.
hidup memang begitu, senang dipertemukan harus rela jua untuk dipisahkan.
Sejauh apa pun kalian nanti. Ingatlah kenang-kenangan indah masa pendidikan. Dimana kau dan aku sekian tahun di satu atapkan.
Sejauh apa pun nanti kalian, berjanjilah bahwa kita akan berkumpul lagi dan saling bercerita tentang aku dan jua tentang kalian.
Tetaplah kuat kawan, tetaplah melangkah.
 buanglah ragumu kawan, simpan semua sedihmu .
Mari kita melangkah menuju masa depan.

kelak akan kucerita kepada orang-orang baru yang akan kutemui dimasa depan tentang hebatnya kalian.
salam persahabatan kawan.

Sajak IG : @ilhamabdii

Bahagia lah dinda

Dimana pun walau sesaat, ingatlah aku slalu dinda.
Aku yang pernah menaruh harapan meski tak pernah sesuai kenyataan.
Aku yg pada akhirnya hanya dapat bermimpi saat kuharap kau disampingku secara nyata.
Menangislah seandainya ada rindu yg datang dijiwamu dinda.
Barangkali itu adalah rindu kiriman dariku yang kini tak dapat lagi walau hanya sebatas memandangmu.
Barangkali itu adalah panggilan-panggilan lirih dalam hatiku yang coba disampaikan oleh angin ketelingamu.
katakablah dinda, bahwa kau akan berjanji.
Untuk slalu memberitahuku tentang kabar bahagiamu
Untuk slalu tegar seberat apapun perjalananmu.
Salam rindu dariku untukmu.

Sajak by @ilhamabdii 08.02.16

Kita akan tetap berjuang kawan

Percayalah kawan
Hidup bukan ttg menyerahkan diri pada keadaan.
Tapi ttg bertahan dan berjuang dalam setiap keadaan.
bilamana keadaan seolah membuat kita bak berada di tengah lautan
Hingga tak jarang gelombang menutupi tanah tepian.
dayung Perahu kehidupan harus tetap kita ayunkan.
Semoga saja aku, kau dan kita tidak pernah mati kelelahan.
@ilhamabdii 09.02.16

Suatu saat kawan

Suatu hari, entah pagi, siang bahkan malam
Kita akan mengingat hari ini kawan.
Kita akan memutar kembali setiap rekaman dari jejak yang kita tinggalkan.
Aku yakin dan percaya, tiada satu pun hal yang akan membuat kita lupa pada apa yang telah kita lalui.
Waktu akan terus berjalan kawan, dan semua yg telah berlalu akan kita kenang suatu hari.
Genggam erat tanganku kawan,
Semoga kelak kita akan bercerita tentang kenangan dalam keadaan sama-sama tentram.
Semoga kelak diantara kita tidak ada yang menceritakan tentang kepayahan.
Karna nanti aku, kau dan yang lain telah hidup dalam kelapangan.
Amiin.
@ilhamabdii 09.02.16

Kesini mendekat, lalu dengar aku bicara

pernah kau bertanya bagiku kau seperti apa?
Kesini mendekatlah, lalu dengar aku bicara.

Pandang matamu adalah panah tak berwujud,
meski tak tampak melesat,
ia dapat menembus jantungku dalam sekejap.
Paras wajahmu adalah sebaik baik hal yg indah,
Meski kadang kupandangi hanya sekejap,
Ia nyaris membuatku lupa bahwa surga itu memang ada.

@ilhamabdii 07.02.16

Bukan Lagi Urusanku Urusanmu

Bukan urusanku, lagi.
untuk tahu dengan siapa kau sekarang,
dan sedang dibimbing ke arah mana kau sekarang.
Bagiku, Hanya.
setiap apa yang diluar jangkauan tangan dan padanganku adalah bukan kuasaku.
Bukan lagi, urusanmu.
Untuk tahu dengan siapa aku sekarang,
Dan sedang berjalan ke arah mana aku sekarang.
Bagimu, cukuplah.
aku hanya bagian dari masalalu yang kau buang lalu dengan sudi kau biarkan bersama waktu aku  menghilang.
@ilhamabdii 06.02.16

Aku salah, Aku kalah.

Kau emas dik,
Maafkan aku loyang tak tau diri.
Aku sakit dik,
sakit oleh karena inginku sendiri.
Aku mundur dik,
Tidak semestinya semua kuterusi.
Aku kalah dik,
Seharusnya sedari dulu kucermin diri.
Aku salah dik,
Salah langkah tertatih-tatih
Aku mati dik,
Mati rasa tak hidup lagi
Kamu hilang dik,
Pergi jauh tak kan kembali

by @ilhamabdii (Pariaman, 25.01.16)

Bersyukurlah Kawan !

Pernahkah kau membenci hujan ?
Pikirkanlah Betapa jauh jarak yang dia tempuh dari awan menuju bumi 
Hanya untuk sekedar membasahi setiap sudut yang mengering.
atau pernahkah kau mencaci mendung ?
Pikirkanlah betapa ia lelah mengangkat ribuan kubik uap hanya untuk menyuburkan bumimu yg tandus dengan hujannya
Ketahuilah kawan, didunia ini tidak ada kebetulan.
Dan tuhan tidak menciptkan kau dan segalanya secara kebetulan.
Bila kau masih mencaci mendung lalu serta merta membenci hujan, kau adalah pembenci tuhan !
by @ilhamabdii (23.01.16) - Pariaman

Teruntuk kau yang pernah jadi mentari di masa silamku.

Ketahuilah,
Dulu Dalam nafasku pernah mengalir rindu untukmu,
Dalam darahku ada senyawa harap dan cinta kepadamu.
Dan Dulu hal-hal yg demikian begitu kuat mengalir dalam nadiku.
Sebelum dia datang merebut kau dari pelukku,
Menebas pangkal nadi terpenting dalam tubuhku,
Oleh Karena dia kau anggap lebih baik daripadaku.
Sampai lah hati kau lambaikan tangan meninggalkanku.
Kini,,,Percayalah,
Senyawa itu tak pernah kuhapus,
Biarlah aku tetap merindu,  tetap berharap dan tetap mencintaimu.
Bagiku tiada yang perlu aku sesalkan,
Karna cinta ini sangatlah tulus terhadapmu.
Aku sadar, " Seberapa pun Perak diSepuh. Tetap lah tak mungkin kalahkan emas. Sekiranya aku lah si perak itu."
by @ilhamabdii

Teruntuk kau yang kusebut "Permataku"

Aku selalu bermimpi dan bercita-cita untuk dapat berolehmu. Sosok indah yg dengan hanya memandangmu saja aku dapat merasakan separuh kebahagian di atas dunia. Sosok anggun yang bilamana ku tatap kamu, maka mengalirlah embun sejuk dalam jiwaku yang mulai gersang dan mengering. Dan sosok bidadari yang bilamana kusebut namamu maka bergetarlah seluruh hatiku.

Mungkin kau tiada pernah menyadari keberadaanku yg senantiasa menjadikanmu buah bibir dihadapan mereka sejawatku. Yang menjadikanmu oase ditengah kering dan meradang nya duniaku. Dan yg senantiasa bermunajat atas nama cinta yang diturunkan-Nya kepadaku.

Kau Permataku. Meski mungkin aku hanyalah batu biasa di dasar sungai yg sedang keruh.
Kau mawar indahku. Yang meski berduri sangat tajam, tiada pernah berkurang niatku untuk dapat berolehmu.
Kau juga kemustahilan bagiku. Yg bilamana ku inginkan kamu adalah sama halnya dengan merebut hak orang lain.

Permataku. Ini adalah ungkapan kegalauanku semenjak aku menemukan sosok bidadari sepertimu. Ini adalah separuh dari sekian banyak yang ingin aku tumpahkan sebagai wujud pengakuanku kepadamu.
Bagaimana mungkin aku menipu diriku sendiri dengan berpura-pura acuh padahal aku memperhatikanmu dari jauh.? dan bagaimana mungkin aku mendustai diriku sendiri yang senantiasa menyebut-nyebut kamu dalam setiap lamunanku.

Engkau adalah cita-citaku. meski nyatanya kau adalah kemustahilanku.
Kau adalah mimpi terbesarku. Meski untuk dapat bersamamu adalah benar-benar memang mimpi belaka.
Kau adalah apa yang selalu aku tulis, meski sebenarnya aku hanyalah apa yang tidak pernah sudi kau baca.

Selasa, 15-12-2015 (Ilham Abdi)

Seperti Redup Rindukan Terang

Dalam hidup tiada yang pernah ingin merasakan patah hati. Benarkah begitu ?
Tapi bukankah tiada yang dapat menangkal datangnya patah hati ?
Ya Setidaknya itulah yang tengah menimpaku saat ini. Ia datang tanpa bisa dicegah, dan di hadir tanpa pernah bisa ku prediksi sama sekali.
Sama hal nya, dengan aku yg tiada kuasa untuk meramalkan pertemuan itu. Ya pertemuan kita !
Aku menyebutnya pertemuan luar biasa, luar biasa aku bahagia lebih tepatnya.
Sebelum pada akhirnya pertemuan itu berubah jadi malapetaka bagi diriku yang senantiasa gegabah menaruh rasa suka, dan yang terlalu cepat mengatakan aku cinta.
Aku merasa hatiku tiada salah.
Dan Diriku tiada berdaya,
Bukankan mata ini senantiasa lebih suka pada keindahan ?
Itu lah sebabnya tatapanku selalu condong ke arahmu, meski logika berjuang pula memalingkanku dari menatapmu.
Kini, Meski aku tetap tiada dapat memilikimu. Aku hanya ingin engkau tahu.
Bahwa Aku membutuhkanmu
Seperti redup yang rindukan terang
Seperti kering dambakan hujan.

@ilhamabdii 09 Des 2015

Adalah Kejutan Bahagiaku

Kau tahu ? Apa hal paling mengejutkan bagiku ?
Bukanlah suara petir yang menggelegar hingga memekakkan gendang telinga, bukan pula bertemu sosok buas yang senantiasa menerkam mangsa, dan jelas pula bukan kabar akan meledaknya matahari esok hari.

Benar kau ingin tahu ?
Baik akan kuberi tahu.

Aku terkejut hanya oleh kehadiran. Ya kehadiran. Dan itu Kehadiranmu.
Entahlah ada apa dengan diriku. Berbagai macam rasa merangsek masuk dalam jiwaku saat mendapatimu.
Atau barangkali inikah yang mereka sebut-sebut dengan cinta ? Aku merasa takut hingga bergetar berdiriku. Aku merasa takjub hingga melayang anganku jauh. Aku merasa bangga hingga tak sadar membusung dadaku. Dan aku merasa terharu hingga tak salah bila aku menitikkan air mata.

Kehadiranmu ini aku sebut dengan kejutan bahagiaku. Karna apa ? Yaaa karna aku tertawa ketika bahkan tak ada hal lucu sekalipun untuk di tertawakan. Aku terharu ketika bahkan tak ada kisah atau cerita menyedihkan. Dan aku meneteskan air mata ketika benar-benar tak ada hal sedih atau perihal kehilangan yang patut kutangiskan.

Cinta, Terima kasih untuk hadirmu. Ini kejutan paling hebat dalam hidupku.
Dan kasih, terima kasih atas cintamu. Ini Kedamaian paling damai yang pernah aku dapatkan dalam perjalananku.

Ada yang perlu kau tahu.
Aku mungkin tak kuasa menjaminkan kita akan selamanya, akan sampai pada tahap apa, seberapa lama dapat bersama, dan akan berakhir seperti apa pada akhirnya kita. Hanya saja perlu juga kau ketahui, bahwa aku senantiasa berjuang untuk selalu menjagamu, menjaga hatiku dan pastinya menjaga kita.

Hingga pada akhirnya, hanya engkau air penyejuk pelepas dahaga jiwa ketika aku dibuat kelelahan oleh dunia.

"Ilham Abdi, 04.12.2015"